Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kisah Sayyidah Khadijah binti Khuwailid Istri Rasulullah Hingga Wafatnya

Selasa, 11 Juni 2024 | 21:39 WIB Last Updated 2024-06-11T14:40:39Z
Daftar Isi [Tampilkan]
Kisah Sayyidah Khadijah binti Khuwailid

Sayyidah Khadijah binti Khuwailid merupakan seorang wanita yang dijanjikan masuk surga oleh Allah SWT. Beliau menjadi pendamping Rasulullah ﷺ dalam mengemban amanah menyebarkan agama Islam. Khadijah binti Khuwailid lahir di Mekkah tahun 555 Masehi dan ibu Khadijah bernama Fatimah binti Zaidah dan ayahnya bernama Khuwailid bin Asad.


Khadijah menjadi wanita yang sangat dihormati dan disegani dalam masyarakat. Silsilah beliau yakni, Khadijah binti Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Killab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah. Pernikahannya dengan Rasulullah ﷺ menjadi awal perjuangan serta pengorbanan beliau dalam membela agama Allah SWT.


Kisah Cinta Rasulullah dengan Sayyidah Khadijah

Sayyidah Khadijah adalah istri pertama Rasulullah ﷺ yang sangat cantik dan dicintai oleh Nabi. Banyak alasan mengapa Khadijah menjadi salah satu wanita yang dijamin masuk Surga oleh Allah SWT. Bukan hanya ketaatanya yang luar biasa, beliau juga rela meninggalkan semua harta benda untuk kesejahteraan umat Islam.


Umur Khadijah pada saat menikah dengan Nabi Muhammad ﷺ adalah 40 tahun, sedangkan Nabi ﷺ berusia 25 tahun. Perbedaan umur yang terpaut jauh tersebut tidak menimbulkan permasalahan sama sekali. Karena memang Sayyidah Khadijah adalah sosok wanita yang sangat cantik jelita dan dikagumi oleh banyak orang.


Pernikahan mulia ini dimulai ketika Khadijah mengirimkan seseorang bernama Nafisah untuk bertanya kepada Rasulullah Muhammad SAW akan niatan menikah. Nabi Muhammad ﷺ sendiri kala itu masih ragu untuk menikah, karena beliau belum memiliki cukup uang. Namun, Nafisah mengatakan bahwa Sayyidah Khadijah adalah seorang pebisnis sukses yang sangat dermawan.


Mendengar penjelasan Nafisah, Rasulullah ﷺ akhirnya bertemu dengan Khadijah. Kecantikan hati Khadijah membuat Nabi ﷺ merasa yakin, hingga beberapa hari kemudian berlangsunglah pernikahan antara Nabi Muhammad ﷺ dan Sayyidah Khadijah. Kabar bahagia tersebut disambut hangat oleh kaum muslimin.


Khadijah binti Khuwailid menjadi wanita yang selalu berada disisi Nabi dalam keadaan suka maupun duka. Kecintaan beliau kepada Rasul sangat besar, sehingga terdapat hadits tentang Khadijah dalam HR Imam Ahmad. 


Hadits tersebut menyatakan bahwa Khadijah binti Khuwailid beriman kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad ﷺsaat orang lain telah ingkar, Khadijah membenarkan ajaran Rasul saat orang lain tidak mempercayainya, dan Khadijah tidak enggan menolong saat orang lain menghiraukan apa yang dilihatnya.


Ketaatan Khadijah kepada sang suami sangat luar biasa. Bahkan Rasul sendiri selalu mengingat dan menyebut kebaikan sang istri selama masa hidupnya. Betapa besar pengorbanan Khadijah untuk menegakan agama Allah SWT dan membela sang suami tercinta. Selama menikah dengan Khadijah, Nabi ﷺ tidak pernah menikahi wanita lain. Karena Sayyidah Khadijah adalah cinta sejati untuk Nabi Muhammad ﷺ.


Pernikahan Rasul dan Khadijah selama kurang lebih 25 tahun. Selama pernikahan tersebut, tidak pernah ada keributan atau rasa saling cemburu di antara keduanya. Anak Rasulullah dan Khadijah ada enam, yakni Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. 


Khadijah Sebagai Wanita Pertama yang Masuk Islam

Sayyidah Khadijah tidak hanya memiliki paras yang cantik, namun beliau juga seorang wanita sukses dan kaya. Harta yang dimiliki tidak membuat Khadijah sombong dan angkuh, justru membuat beliau menjadi sosok yang sangat dermawan. Khadijah membantu perjuangan Nabi ﷺ dengan memberikan hartanya kepada siapa saja yang membutuhkan.


Selain cantik dan kaya, Khadijah juga dikenal sebagai wanita cerdas. Keteguhan beliau sangat luar biasa, terutama saat Rasul menerima wahyu pertama. Pada saat itu, Khadijah adalah orang kedua setelah Ali yang mengakui Kerasulan dan masuk Islam. Hal ini menjadikan Khadijah sebagai wanita pertama yang memeluk Islam.


Dalam hadits Riwayat Muslim, ada empat wanita yang sudah dijanjikan surga oleh Allah SWT, yaitu Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid dan Aisyah binti Abu Bakar


Keistimewaan Sayyidah Khadijah tidak hanya itu, beliau juga mendapat julukan Al Thohirah yang memiliki makna wanita suci. Hal ini dikarenakan jiwa Khadijah masih sangat suci dan tidak pernah bergaul dengan siapapun. Sayyidah Khadijah juga mendapat julukan Ummul Mukminin yang artinya ibu kaum mukmin, serta Sayyidatunnisa lil alamin yaitu penghulu wanita.


Kecantikan Fisik dan Hati Sayyidah Khadijah

Selain dikenal sebagai wanita ahli Surga, Sayyidah Khadijah juga memiliki paras yang sangat menawan. Kecantikan hati dan wajahnya mampu memancarkan kemuliaan bagi orang di sekitarnya. Khadijah selalu setia mendampingi Nabi Muhammad SAW, dan siap menjadi tempat paling nyaman bagi sang suami.


Khadijah pernah mendapat salam langsung dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang biasa, karena tidak semua manusia mulia yang mendapatkan keistimewaan tersebut. Khadijah adalah wanita teladan bagi seluruh muslimah di dunia, terutama untuk seorang istri.


Allah SWT sudah mengangkat derajat Khadijah karena ketaatan beliau. Dalam memegang tonggak kenabian, Khadijahlah yang setia mendampingi Rasul. Beliau tidak segan memberikan seluruh harta benda demi kesejahteraan umat Islam. Disamping ciri fisik Sayyidah Khadijah yang rupawan, beliau menjadi sosok istri yang sangat setia.


Dalam hadits Abu Hurairah menyatakan bahwa, suatu waktu saat malaikat Jibril mendatangi Rasulullah, jibril berkata ada seseorang yang akan datang bernama Khadijah dengan membawa wadah berisi makanan dan minuman. Malaikat Jibril juga menitipkan salam kepada Khadijah dari Allah SWT. 


Ketinggian derajat Khadijah dihadapan Allah SWT juga dibuktikan dengan Allah memberikan rumah yang terbuat dari emas dan perak di Surga untuk Sayyidah Khadijah. Dimana tidak ada satu kebisingan dan kepayahan apapun didalamnya. Hadits tersebut menandakan betapa tinggi dan mulia derajat Sayyidah Khadijah.


Wafatnya Sayyidah Khadijah binti Khuwailid

Perjuangan menegakan agama Islam tidaklah mudah. Sebagai istri Rasul, Khadijah sering mendapat hujatan dari Kaum Quraisy. Dakwah Islam mendapat penolakan dan ancaman dari Kaum kafir Quraisy. Mereka tidak segan melempari batu, kotoran bahkan berencana untuk membunuh Nabi Muhammad ﷺ.


Di situasi genting tersebut tidak membuat Khadijah takut dan menyerah. Justru beliau lebih gigih membela Rasulullah tanpa mengeluarkan kata yang tidak terpuji kepada siapapun. Khadijah rela meninggalkan rumah mewah untuk bergabung bersama suami dalam atap yang sederhana.


Khadijah wafat pada usia 63 tahun, tepatnya pada tanggal 22 November 619 Masehi. Wafatnya sang istri membuat Rasul sangat merindukan kenangan indah bersama Khadijah. Untuk mengatasi kerinduan tersebut, Rasul memberikan daging domba kepada para sahabat sang istri.


Rasa cinta Nabi Muhammad ﷺ kepada Khadijah sangat besar. Pada saat menyembelih domba yang akan diberikan kepada para sahabat Khadijah, timbul rasa cemburu Aisyah. Aisyah pernah mengatakan bahwa seakan tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah, padahal Aisyah sendiri belum pernah melihat Sayyidah Khadijah.


Setelah Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan perjuangan dan pengorbanan Khadijah semasa hidupnya. Asiyah akhirnya menyadari betapa hebat dan istimewanya sosok Sayyidah Khadijah di mata umat Islam. Khadijah patut menjadi ibu bagi kaum muslimin serta teladan bagi seluruh istri di dunia.


Referensi:

[1] www.harapanrakyat.com "Keistimewaan Siti Khadijah"
[2] www.wikipedia.org "Khadijah Binti Khuwailid"
[3] www.islami.co "Khadijah Binti Khuwailid"