Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Biografi dan Perjalanan Hidup Aagym [Lengkap]

Minggu, 09 Juni 2024 | 21:20 WIB Last Updated 2024-06-09T14:21:37Z
Daftar Isi [Tampilkan]
Biografi dan Perjalanan Hidup Aagym
Biografi dan Perjalanan Hidup Aagym

Biografi dan perjalanan hidup Aa Gym, pernah mendengar lagu ‘jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori’ ?. 

Lagu itu merupakan karya dari seorang ustadz terkenal di Indonesia bernama Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan nama Aa Gym. 

Ustadz kelahiran 29 Januari 1962 ini merupakan putra dari perwira angkatan darat dengan pangkat terakhir letnan kolonel bernama Engkus Kuswara dengan pasangannya Yeti Rohayati. 

Aa Gym telah merasakan perjalanan panjang dalam meniti karir sebelum akhirnya menjadi ustadz terkenal. Beliau menghabiskan masa pendidikannya dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi di Bandung, Jawa Barat. 

Mengikuti jejak sang ayah, ketika mahasiswa, Aa Gym menjadi Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) di Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani. Tidak hanya aktif di Menwa, Aa Gym juga aktif di Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW) Bandung. 

Pada 1987 ketika beliau berusia 25 tahun, Aa Gym merintis usaha kecil-kecilan bersama rekan-rekan mahasiswanya. Beliau membuat stiker, kaus, dan gantungan kunci dengan slogan-slogan agama. 

Hasil bisnisnya bersama rekan-rekan rupanya memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Bahkan, beliau bisa membeli mobil angkutan kota (angkot). Mobil tersebut beliau gunakan untuk mencari penumpang sambil berjualan film dan battery kamera. 

Ditengah kesibukan berdagang dan menjadi sopir angkot, Aa Gym sering merasakan kegelisahan hati. Akhirnya, beliau secara khusus belajar agama kepada K. H. Khoer Affandi, seorang ulama tasawuf sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Selain belajar agama dari K. H. Khoer Affandi, Aa Gym juga belajar agama kepada K. H. Moh. Tasdiqin, pengasuh Pondok Pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan, sekaligus kakek dari istrinya. 

Kerja keras dan ketekunan Aa Gym membuahkan hasil yang manis. Beliau  dan teman-temannya berhasil mendirikan Yayasan Daarut Tauhid di Bandung pada 1990. Kemudian, pada 1994 Aa Gym membangun Koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhid untuk menopang dakwahnya. 

Pada 9 Desember 1999, Daarut Tauhid memiliki Radio Ummat. Aa Gym juga kemudian mendirikan CV House and Building, PT MQs, PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, hingga membangun sebuah gedung serbaguna. 

Selain itu, Aa Gym juga mengembangkan koperasi pesantren, membangun jasa biro travel, Baitul Mal wat Tamwil, mini market, percetakan, tabloid, radio, hingga memproduksi program TV. 

Karirnya mulai dikenal banyak masyarakat Indonesia semenjak mengisi program Hikmah Fajar di RCTI pada 2000. Konsep dakwahnya yang menggunakan konsep manajemen qolbu (hati) dengan konsep dakwah yang sejuk serta mengutamakan akhlak mampu menarik perhatian ummat. 

Sejalan dengan karirnya yang tengah memuncak, Aa Gym mengembangkan usaha penerbitan dan menerbitkan 32 judul buku dan CD dakwah karya beliau.  

Di tengah karirnya yang sedang memuncak, Aa Gym dan keluarganya mulai diterpa masalah. Berawal dari 2004, Aa Gym tampil dalam iklan layanan masyarakat dan mengajak masyarakat bersabar terhadap kenaikan BBM. 

Hal itu membuat masyarakat beranggapan bahwa Aa Gym mendukung kenaikan BBM dan berujung pada protes dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Perhimpunan Pelajar Islam (PII). 

Bukan hanya itu, pada 2006, Aa Gym memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Alfarini Eridani yang memiliki tiga orang anak. Hal itu tentu mengguncang istri pertama, bisnis, hingga menjadi perbincangan masyarakat. 

Aa Gym menjelaskan bahwa menikahi istri keduanya karena jalan darurat. Namun, masyarakat menganggap pernikahan tersebut bukan jalan darurat karena istri kedua Aa Gym merupakan mantan model dan memiliki wajah yang cantik. 

Permasalahan yang silih berganti berdampak pada kondisi keluarga dan juga bisnis Aa Gym. Omzet bisnis Aa Gym mulai menurun, jamaahnya mulai berkurang hingga 20%. Penurunan bisnis tersebut berujung dengan PHK sejumlah karyawan karena kunjungan pesantren juga menurun hingga 70%. 

Namun, pada Desember 2007, Aa Gym muncul di program TV bernama Kick Andy. Program tersebut adalah pertama kalinya Aa Gym muncul di TV sejak polemik poligami. Melalui program tersebut Aa Gym dipertemukan oleh Aa Jimmy, seorang komedian yang berhasil menghibur dan mengisi kekosongan Aa Gym saat itu. 

Tidak berhenti di sana, kondisi rumah tangga Aa Gym pun kembali dirundung prahara. Pada 2010, istri pertamanya yaitu Ninih Muthmainnah pun menggugat cerai dan dikabulkan secara resmi oleh hakim pada Juni, 2011. 

Namun, setahun kemudian, tepatnya pada Maret 2012, Aa Gym meminta rujuk kembali dengan Ninih. Mereka pun menikah kembali dengan mahar sebesar Rp.5.000.000,00 dan mulai menata rumah tangganya kembali. 

Aa Gym pun mulai tampil lagi di program televisi setelah vakum beberapa saat. Beliau tampil di MNCTV pada program Demi Masa bersama Aa Gym pada 2016 dan mengisi program jelang buka puasa Ramadhan di TVOne.***

Data Pribadi Aagym:

Nama Lengkap: Yan Gymnastiar (Abdullah Gymnastiar)
Tempat Lahir: Bandung, Jawa Barat
Tanggal Lahir:  29 Januari 1962
Agama: Islam
Kebangsaan: Indonesia

Keluarga Aagym:

Istri   : 

  • Ninih Muthmainnah Muhsin
  • Alfarini Eridani

Anak : 

  • Ghaida Tsuraya
  • Muhammad Ghazi Al-Ghifari
  • Ghina Raudhatul Jannah
  • Ghaitsa Zahira Shofa
  • Ghefira Nur Fathimah
  • Ghaza Muhammad Al-Ghazali
  •  Muhammad Ghaisan Driyya Addien

Pendidikan Aagym:

  •     Sekolah Dasar, Sukarasa III Bandung
  •     Sekolah Menengah Pertama 12, Bandung
  •     Sekolah Menegah Atas 5 Bandung
  •     Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Unpad, Bandung, (1 Tahun)
  •     Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (kini Universitas Ahmad Yani -Unjani), Bandung

Karir Aagym:

  •     Komandan Resimen Mahasiswa di Akademi Teknik Unjani, Bandung, 1982
  •     Perintis usaha bersama Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW), 1987
  •     Penjual stiker, 1987
  •     Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, 1990
  •     Pendiri Manajemen Qolbu Corparation, Bandung
  •     Ketua Pembina Yayasan Darut Tauhiid, Bandung
  •     Berdakwah Tampil di tv nasional RCTI, 2000
  •     Pengisi Program di MNCTV, 2016
  •     Pengisi Program di tvOne, 2016