Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kronologi Tragedi Kanjuruhan yang Memakan Ratusan Nyawa | Arema Vs Persebaya Ricuh

Minggu, 02 Oktober 2022 | 16:14 WIB Last Updated 2022-10-02T09:20:31Z
Daftar Isi [Tampilkan]
Arema Vs Persebaya Ricuh

Populer24 - Sepakbola Indonesia kembali berduka kemarin malam dengan kehilangan yang tidak main-main. Pertandingan antara Arema Malang dengan Persebaya menorehkan sejarah gelap dalam persepakbolaan. Tidak main-main, karena dalam tragedi tersebut sebanyak lebih dari ratusan nyawa melayang sia-sia. Ratusan nyawa itu sendiri terdiri dari supporter hingga polisi yang mengamankan pertandingan. 

Terjadi di Derby Jawa Timur 

Peristiwa memilukan ini sendiri terjadi pada hari Sabtu 1 Oktober 2022 kemarin. Laga apapun yang bertajuk derby memang dikenal selalu panas dan penuh persaingan. Hal yang sama juga terjadi pada Derby Jawa Timur yang mempertemukan antara tim Arema dengan tim Persebaya. Awalnya, pertandingan ini berjalan seperti biasa dan berjalan normal. Lima gol terjadi menandakan sengitnya pertandingan yang mempertemukan dua tim besar Jawa Timur. Kericuhan diawali ketika tim Arema Malang ternyata harus mengakui keperkasaan Persebaya Surabaya dengan kekalahan 3-2. 

Nyatanya kekalahan ini tidak bisa diterima oleh beberapa pendukung Arema. Hal ini diduga disebabkan karena Arema sudah beberapa kali menelan kekalahan terhadap Persebaya. Diawali dengan beberapa pendukung Arema yang masuk langsung ke lapangan pertandingan. Kondisi inilah yang kemudian membuat berbagai keributan dan kerusuhan terus terjadi sekaligus makin tidak terkendali. 

Petugas Melempar Gas Air Mata 

Kericuhan tersebut tentunya membuat kondisi di stadion menjadi tidak kondusif dan membuat aparat harus segera melakukan tindakan. Sayangnya, tindakan yang diambil oleh aparat adalah dengan melemparkan gas air mata ke arah penonton. Hal inilah yang kemudian menimbulkan kepanikan luar biasa di tribun penonton. Semua penonton mencoba untuk lari ke luar stadion dengan kepanikan dan histeris masa yang mengacaukan suasana. 

Korban Sudah Lebih dari 180 Orang 

Jelas saja, kericuhan tersebut membuat banyak korban yang berjatuhan. Kebanyakan dari mereka, meninggal karena berdesak-desakan, terinjak hingga kehabisan oksigen. Menurut catatan terakhir sendiri, korban meninggal dunia yang terdata sudah lebih dari 180 orang. Hal ini seperti yang diungkapkan langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta dalam sebuah wawancara. 

“Dalam peristiwa tersebut, telah meninggal dunia sekitar 180 orang, beberapa diantaranya adalah anggota Polri. Kami sangat menyayangkan kejadian ini terjadi.” Ungkap Irjen Pol Nico Afinta. 

Tragedi Terbesar Kedua Sepanjang Sejarah 

Dengan meninggalnya korban jiwa hingga 180 orang lebih, bukan hanya membuat tragedi ini sekadar memilukan semata. Namun juga menjadikan tragedi di stadion Kanjuruhan ini menjadi tragedi terbesar kedua sepanjang sejarah sepakbola dunia. Dimana tragedy terbesar pertama dalam sejarah sepakbola dunia terjadi di Peru. Lebih tepatnya terjadi di Estadio Nacional, Lima yang mempertemukan antara tim Peru melawan Argentina. 

Kerusuhan terjadi ketika gol di menit-menit akhir ternyata dianulir oleh wasit. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan dari pihak supporter dan membuat mereka masuk ke dalam lapangan. Sesuatu yang kemudian pastinya memicu kericuhan dan terjadi insiden saling menginjak. Tidak tanggung-tanggung, karena korban yang meninggal dunia mencapai angka 328. Jumlah korban jiwa yang begitu besar tersebutlah yang membuat tragedi ini menjadi terbesar di sepanjang sejarah persepakbolaan dunia. 

PSSI Diancam Dibubarkan 

Tragedi ini jelas membuat banyak pihak meminta PSSI untuk melakukan tindakan. Sejauh ini, tindakan yang baru dilakukan oleh PSSI adalah memberi hukuman larangan adanya penonton di stadion Arema. Namun jelas saja, masih banyak pihak yang kurang setuju dan dirasa masih belum cukup puas. Bahkan banyak yang meminta PSSI bertanggung jawab dengan membubarkan diri.