Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Solusi Islam Dalam Menangani Masalah-Masalah Ekonomi Dunia

Kamis, 06 Januari 2022 | 15:10 WIB Last Updated 2022-02-08T15:05:42Z
Daftar Isi [Tampilkan]

Ilustrasi Foto: Mata Uang Dinar

Populer24 - Manusia memiliki tubuh yang tunduk pada hukum-hukum fisik, dari sudut pandang ini, manusia adalah subjek ilmu fisik. Namun, manusia bukan terdiri dari tubuh saja sehingga semua persoalan dapat diselesaikan hanya dengan hukum fisik.

Sebab, manusia pun makhluk biologis dan, pada saat yang sama, makhluk ekonomi, sosial, politik, spiritual, dan sebagainya. Karena ada banyak faktor lain yang terkait dengan kehidupan manusia, malah ekonomi tidak boleh dipisahkan dari keseluruhan masalah ini dan dipandang sebagai masalah yang berdiri sendiri.

Persoalan-persoalan ekonomi manusia sulit dipahami dan diselesaikan secara benar karena sebagian orang memandang problem ekonomi dari sudut pandang ekonomi saja, yang lain melebih-lebihkan arti pentingnya dan menyatakannya sebagai satu-satunya masalah kehidupan yang lainnya lagi berharap dapat membangun suatu filsafat hidup, sistem moral, dan budaya yang menyeluruh, serta masyarakat yang hanya berasaskan ekonomi.

Dengan cara ini, manusia direduksi keposisi hewan, sebab hanya nilai ekonomi yang dijadikan landasan hidup ketika manusia dipandang hanya sebagai makhluk ekonomi seluruh aspek dan kehidupan diabaikan. Akhirnya, ekonomi yang dianggap pangkal kebahagian dan kesusahan hidup manusia. Jika pandangan ilmu ekonomi mendominasi dan diterapkan pada bidang Moral, Spiritual, rasional, Sosiologi, Psikologi, dan lain-lain, akan terjadi ketidakseimbangan yang sangat besar.

Hal ini akan mengubah moralitas dan spiritualitas menjadi sikap mementingkan diri sendiri dan materialistik; mengubah pengetahuan rasional menjadi seni memenuhi kebutuhan perut menanamkan motif-motif bisnis dan ide-ide komersial ke dalam perilaku sosial dan menggiring psikologi untuk mempelajari manusia sebagai hewan ekonomi saja. Adakah kezaliman yang lebih kejam terhadap kemanusiaan selain ini?

MASALAH RIIL EKONOMI

Problem ekonomi manusia tidak lebih dari guna mempertahankan dan mengembangkan peradaban manusia bagaimana mengatur distribusi ekonomi agar kebutuhan dasar semua manusia dapat selalu terpenuhi dan memastikan bahwa setiap individu mendapat kesempatan cukup untuk mengembangkan keprbadiannya dan mencapai hasil perkembangan itu setinggi mungkin sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

Awalnya, masalah ekonomi manusia hampir sesederhana masalah yang dihadapi hewan, manusia mencari makan langsung dari alam dengan memetik tumbuhan atau berburu. Namun, seiring bangkitnya peradaban, manusia tidak merasa cukup hanya dengan hasil langsung alam, sehingga mulai memproduksi bahan makanan dengan mengelola lahan-lahan, mulai keluar dari gua-gua, lalu membangun perumahan, meninggalkan dedaunan sebagai penutup tubuh dan mulai memproduksi kain bahan pakaian, menciptakan berbagai perkakas untuk berbagai keperluan hidupnya.

Semua dorongan ini, selain ditanamkan kepada dirinya oleh Allah, juga berarti bahwa manusia secara bertahap harus menjadi beradab, sehingga tidak melakukan kejahatan. Ini merupakan tuntutan alami manusia dan tujuan yang direncanakan oleh penciptanya.

Seiring dengan hal ini, kebutuhan hidup manusia bertambah, manusia saling bergantung dan bekerja sama untuk memenuhi kebutuhannya. Lalu, secara bertahap muncul medium untuk saling mempertukarkan barang dan jasa (yang akhirnya melahirkan uang). Dari sini, manusia mulai mengambil keuntungan dari kegiatan pertukaran yang dilakukannya. Selanjutnya, timbul gagasan hak milik, serta transfer hak milik kepada ahli waris setelah sang pemilik wafat.

Dalam proses pembangunan kehidupan sosial ini, karena perbedaan potensi alamiah pada masing-masing individu, orang-orang memperoleh dan menghasilakn lebih dari yang mereka butuhkan Sebagian lainnya hanya mampu memenuhi kebutuhannya, sedangkan yang lain mendapatkan lebih sedikit dari yang mereka butuhkan.

Sebagian dikaruniai sarana yang melimpah (karena warisan), sebagian lagi mewarisi sarana yang sedikit atau tidak sama sekali disamping itu, dalam setiap masyarakat ada golongan yang tidak mampu berperan serta dalam bisnis: anak-anak, orang tua, orang sakit, dan orang cacat; dan Harus ada individu-individu tertentu yang menawarkan diri untuk dipekerjakan dan orang tertentu lainnya yang menjamin pelayanan mereka dan, dengan demikian, selain pengembangan industri, perdagangan, dan pertanian, hubungan majikan dan karyawan jadi memiliki nilai sosial yang penting.

Semua faktor ini merupakan konsekuensi alami, dan merupakan fenomena kehidupan sosial manusia. Ini sama sekali bukan suatu kejahatan yang perlu ditindas. Hak milik pribadi, uang, mesin-mesin, atau ketidakmerataan alam tidaklah tercela. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana menghindari ke dzaliman dan tirani sosial; bagaimana setiap manusia menerima bagiannya; dan bagaimana menghilangkan halangan halangan sarana sehingga kemampuan dan kekuatan manusia tidak menjadi sia-sia, tapi pada saat yang sama tetap menjaga evolusi alamiah kekuatan kekuatan sosial.***

Sumber: Buku Ensiklopedia Muhammad Sebagai Pedagang, Afzalur Rahman