Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sempat Memanas Akibat Konflik, Presiden Turki Dan Presiden Rusia Berjanji Meningkatkan Kembali Hubungan Bilateralnya

Jumat, 14 Januari 2022 | 12:13 WIB Last Updated 2022-02-08T15:08:49Z
Daftar Isi [Tampilkan]

Sempat Memanas Akibat Konflik, Presiden Turki Dan Presiden Rusia Berjanji Meningkatkan Kembali Hubungan Bilateralnya
Vladmir Putin dan Recep Tayyip Erdogan | Photo by : Instagram @telegraph.moldova

Populer24 - Kerjasama baik nampaknya semakin ditunjukkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Keduanya sepakat pada minggu (2/1/2022) untuk lebih meningkatkan kembali hubungan diantara kedua negara tersebut setelah beberapa pekan terakhir yang lalu bersitegang atas masalah drone dan NATO.

Dilansir dari AFP, negara Turki merupakan bagian dari anggota NATO sejak tahun 1952, dan telah membuat Moskow naik pitam dengan menjadi pemasok pesawat tak berawak ke Ukraina. Hal tersebut menjadi alasan dikhawatirkannya negara Rusia yang dapat dimanfaatkan oleh Kiev dalam konfliknya dengan pihak saparatis di dua wilayah timur. 

Membuka awal pembicaraan kedua negara tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengucapkan salam Tahun baru yang dibalas pula dengan ucapan yang sama oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.  Dalam pembicaraan yang terjadi melalui sambungan telpon antar para pemimpin tersebut, terjadilah hasil utama kerja sama bilateral yang ingin kembali dijalin kedua negara tersebut yaitu dengan menekankan keinginan kedua negara untuk lebih mengintensifkan lagi kemitraan kedua negara agar saling menguntungkan. 

Hasil ini bahkan di sampaikan langsung oleh juru bicara Erdogan yang mengatakan bahwa kedua negara yaitu Rusia dan Turki membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk lebih meningkatkan hubungan Rusia dan Turki semakin erat. Selain itu kedua negara juga ingin lebih menekankan kembali keinginan mereka untuk lebih mengembangkan kerja sama dintara Rusia dan Turki.

Seperti yang kita ketahui beberapa pekan terakhir hubungan negara Rusia dan negara Turki kurang baik akibat bulan lalu saat Putin mengkritik Kiev karena mengarahkan drone yang dibuat oleh negara Turki dalam konflik Kiev dengan separatis pro-Moskow.

Kejadian inipun menurut Ankara tidak dapat menyalahkan negara Turki atas penggunaan pesawat tak berawak yang dibuat Turki yang dimanfaatkan oleh Kiev dalam konfliknya. Sebab jika suatu negara membeli persenjataan Turki, dan negara lain menggunakan sebagai alat konfliknya maka produk tersebut jelas bukan lagi milik Turki melainkan menjadi milik negara yang membelinya.

Berdasarkan opini-opini inilah kemudian membuat Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meminta Rusia untuk mencabut tuntutan sepihak yang dilayangkan pada pekan lalu. Selain Mevlut Cavusoglu juga meminta Rusia untuk lebih melakukan pendekatan lebih konstruktif dalam konfliknya dengan kekuatan Barat dan NATO atas Ukraina.

Negara Rusia pun diketahui ingin sekali NATO memberi Moskow sebuah jaminan keamanan yang dapat merangkul dan menarik pasukannya ke dalam posisi yang mereka pegang sebelum terjadinya gelombang ekspansi ke timur yang dimulai setelah negara Uni Soviet runtuh.

Oleh: Devi Novitasari
Sumber Berita: ISLAMPOS